Kubu Raya post author Kiwi 02 September 2026

Bukan Sekadar Sembako, Lima Keluarga Rengas Kapuas Titip Doa untuk Bruder Stephanus dan FRKP West Borneo Vespa Lovers

Photo of Bukan Sekadar Sembako, Lima Keluarga Rengas Kapuas Titip Doa untuk Bruder Stephanus dan FRKP West Borneo Vespa Lovers

KUBU RAYA, SP - Bantuan Paket Sembako mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun, kebaikan yang dirasakan lima keluarga sederhana di Desa Rengas Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, meninggalkan sesuatu yang jauh lebih panjang, rasa syukur, ucapan terima kasih, apresiasi, dan doa.
Lima keluarga

tersebut menjadi penerima bakti sosial yang digelar FRKP West Borneo Vespa Lovers dalam rangka mengawali peringatan hari ulang tahun ke-8 komunitas yang berdomisili di Jalan Purnama tersebut.

Kelima keluarga yang menerima bantuan adalah Dede Sukmana, Haryanto, Endah Salutri, Ceceng Amii, dan Nurdiansyah Sahru.

Kegiatan sederhana itu menjadi istimewa karena bukan hanya bantuan yang sampai ke tangan warga. Ada perhatian dan kepedulian yang membuat para penerima merasa tidak sendiri dalam menghadapi kehidupan.

Paket bantuan yang diberikan masing-masing keluarga terdiri atas beras 10 kilogram, satu dus mi instan, minyak goreng dua liter, gula pasir dua kilogram, kopi satu kilogram, serta uang tunai.

Ketua FRKP West Borneo Vespa Lovers, Fransiskus Renne Winarno, SH., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, sore itu kami coba ikut meringankan lima keluarga di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya. Semoga giat sore ini bermanfaat bagi keluarga yang menerimanya,” ungkap Fransiskus.

Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, mengawali HUT ke-8 dengan berbagi menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan komunitas yang telah berjalan selama delapan tahun.

Lima Keluarga, Satu Rasa Syukur

Kedatangan rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers disambut dengan rasa haru dan bahagia oleh keluarga penerima.

Salah seorang penerima bantuan, Nurdiansyah Sahru, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima bantuan sembako dan uang tunai.

“Alhamdulillah, sore itu kami dapat bantuan dari bapak-bapak. Terima kasih, Pak. Sehat selalu ye, Pak. Semoge Allah membalas ye dengan rejeki bapak yang berlimpah,” ungkapnya.

Ucapan tersebut menjadi gambaran rasa syukur para penerima. Bagi keluarga sederhana, paket sembako bukan hanya persoalan isi di dalamnya, tetapi juga tentang kepedulian yang datang tepat ketika mereka membutuhkan.

Keluarga Dede Sukmana, Haryanto, Endah Salutri, dan Ceceng Amii juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap kebaikan tersebut menjadi berkah bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga kami. Semoga Bruder Stephanus dan seluruh anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers selalu diberi kesehatan, keselamatan, rezeki yang berlimpah dan kelancaran dalam setiap kegiatan,” kata mereka.

Doa dan ucapan terima kasih itu menjadi bagian paling menyentuh dari kegiatan tersebut. Sebab, di tengah kesederhanaan kehidupan mereka, yang dapat diberikan kepada para donatur bukanlah sesuatu yang mahal, melainkan doa yang tulus.

Bermula dari Percakapan Sederhana

Di balik bantuan yang sampai kepada lima keluarga tersebut terdapat cerita tentang kepedulian dan persaudaraan.

Salah seorang penasihat FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Beberapa hari sebelumnya, Bro Mul dari Harian Pemred menghubungi Bruder Stephanus dan menanyakan apakah masih ada sisa sembako dari kegiatan bakti sosial yang sebelumnya dilaksanakan di Riam Angan, Jelimpo, Kabupaten Landak,” ujar Bruder Steph.

Bruder Stephanus menjawab bahwa bantuan tersebut sudah habis. Namun, dalam percakapan itu disampaikan bahwa terdapat lima keluarga di sekitar tempat tinggal Bruder Stephanus yang juga membutuhkan bantuan sembako.

“Saya jawab sudah habis. Ada lima keluarga di sekitar tempat saya yang perlu mendapat bantuan sembako, Bruder,” demikian cerita Bruder Stephanus mengenai percakapan tersebut.

Bruder Stephanus kemudian berusaha menghubungi beberapa kawan. “Oke, saya upayakan ya. Nanti kuinfokan,” lanjutnya.

Puji Tuhan, dari komunikasi dan kepedulian sejumlah pihak akhirnya terkumpul bantuan untuk lima keluarga tersebut.

Bantuan kemudian diwujudkan dalam bentuk beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, kopi dan uang tunai untuk masing-masing keluarga.

Jangan Dilihat dari Banyaknya Barang

Bagi Bruder Stephanus, inti dari kegiatan tersebut bukanlah seberapa besar nilai bantuan yang diberikan.

Yang lebih penting adalah niat tulus orang-orang yang mau berbagi rezeki dengan sesama.

“Jangan dilihat dari barang yang diberikan, tetapi niat tulus para donatur yang ikhlas membagikan rejekinya,” kata Bruder Stephanus.

Pesan tersebut menjadi refleksi sederhana bahwa kepedulian tidak selalu harus menunggu seseorang memiliki kelebihan yang besar.

Sedikit yang diberikan dengan ketulusan dapat menjadi sangat berarti bagi orang yang sedang membutuhkan.

Karena itulah, bantuan yang diterima lima keluarga di Rengas Kapuas bukan sekadar sembako. Di dalamnya terdapat perhatian, persaudaraan dan semangat untuk saling menguatkan.

Mengawali HUT ke-8 dengan Berbagi

Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian rasa syukur menyambut usia ke-8 komunitas.

Fransiskus Renne Winarno berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.

Sementara bagi Bruder Stephanus, kegiatan sosial seperti ini bukanlah sesuatu yang baru.

Ia menuturkan bahwa kegiatan bakti sosial semacam itu telah dilakukan sejak tahun 2006 hingga sekarang.

“Kegiatan baksos seperti ini sudah kami lakukan sejak tahun 2006 hingga saat ini. Asli dananya tidak berasal dari APBD, tetapi dampaknya dapat dirasakan warga, KK khususnya wong cilik,” ungkapnya sambil tersenyum.

Kalimat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat dapat tumbuh dari inisiatif pribadi, komunitas, dan persaudaraan.

Tidak harus menunggu program besar. Tidak harus menunggu anggaran besar.

Kadang, semuanya bermula dari satu percakapan sederhana, satu niat untuk membantu, kemudian berkembang menjadi kebaikan yang dirasakan oleh orang lain.

Doa untuk Bruder Stephanus

Lima keluarga penerima bantuan pun menitipkan doa untuk Bruder Stephanus Paiman OFMCap.

Mereka berharap Bruder Stephanus selalu diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan pelayanan serta aktivitas sosialnya.

Semoga setiap langkah Bruder Stephanus dalam membantu masyarakat senantiasa dimudahkan dan setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain kembali kepadanya dalam bentuk kesehatan, kedamaian dan rezeki yang berlimpah.

Doa juga dipanjatkan agar Bruder Stephanus selalu dikelilingi orang-orang baik yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Doa untuk FRKP West Borneo Vespa Lovers

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh keluarga besar FRKP West Borneo Vespa Lovers.

Lima keluarga tersebut berharap komunitas yang memasuki usia ke-8 itu semakin solid, kompak dan terus menjadi bagian dari masyarakat.

Semoga seluruh anggota diberikan kesehatan, keselamatan dalam setiap perjalanan, kelancaran rezeki serta kekuatan untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

Semoga Vespa yang selama ini menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan tidak hanya membawa mereka menjelajah jalan, tetapi juga membawa mereka semakin dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.

Semoga setiap kegiatan sosial yang dilakukan menjadi berkah bagi para anggota, keluarga mereka, para donatur dan masyarakat penerima manfaat.

Dari Lima Keluarga, Sebuah Pesan untuk Banyak Orang

Sore itu, lima keluarga di Rengas Kapuas menerima paket sembako.
Namun, jika dilihat lebih dalam, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang ikut diberikan, yaitu harapan.

Harapan bahwa di tengah kesulitan masih ada tangan yang mau membantu. Harapan bahwa kepedulian kepada wong cilik masih tumbuh.

Dan harapan bahwa kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat terus berlanjut dari satu orang kepada orang lainnya.

Bagi lima keluarga penerima, bantuan itu mungkin akan habis ketika beras dimasak, mi disantap, minyak digunakan, gula dan kopi dikonsumsi.

Tetapi kenangan bahwa pernah ada orang-orang yang datang untuk berbagi akan tinggal lebih lama. Begitu pula doa mereka.

“Semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak dengan rezeki yang berlimpah, kesehatan, keselamatan dan keberkahan,”

Doa sederhana dari Rengas Kapuas itu menjadi hadiah paling tulus bagi Bruder Stephanus Paiman OFMCap dan seluruh anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers.

Sebab pada akhirnya, sebuah komunitas tidak hanya diukur dari berapa lama ia berdiri, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama selama perjalanan tersebut.

Mengawali HUT ke-8 dengan bakti sosial, FRKP West Borneo Vespa Lovers telah memilih cara sederhana untuk merayakan perjalanan mereka: berbagi, peduli dan menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi wong cilik.

Semoga kebaikan itu terus berlanjut. Selamat HUT ke-8 FRKP West Borneo Vespa Lovers. Semoga semakin solid, semakin peduli, panjang umur komunitasnya, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Amin. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda